THE TRIPOD OF HUMAN RESOURCES : Peran Sumber Daya Manusia dalam Memajukan Kualitas Suatu Negara
THE TRIPOD OF HUMAN RESOURCES
Peran Sumber Daya Manusia dalam Memajukan Kualitas Suatu Negara
PART 2
Sebuah serial karya tulis
Halo….
Terimakasih sudah mengunjungi situs karya ini, di pembahasan sebelumnya saya membahas tentang “The Tripod Of Education” yang Dimana terdapat kemauan, kejujuran, dan kedisiplinan. Disitu saya membahas bagaimana istilah “The Tripod Of Education” di implementasikan kedalam system Pendidikan di Indonesia untuk Pendidikan Indonesia yang lebih maju, semua sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya yang bisa kalian cek juga. Karya ini tidak bisa berdisi sendiri, karna karya ini merupakan series yang berlanjutan. Jadi untuk supaya bisa lebih memahami pembahasan kali ini saya sebagai penulis merekomendasikan untuk membaca karya saya sebelumnya yang berjudul “THE TRIPOD OF EDUCATION” : Tantangan dan Harapan Untuk Kualitas Pendidikan Yang Lebih Baik di Indonesia”
Sekarang saya mau membahas bagaimana kualitas Pendidikan itu juga menentukan kulitas sumber daya manusia. Sekarang muncul pertanyaan, apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia? Menurut saya pribadi sumber daya manusia adalah individu yang memiliki kemampuan yang baik/positif dalam bidang tertentu yang dengan kemampuan individu tersebut, individu tersebut tersebut dapat berkontribusi ke organisasi atau komunitas untuk mencapai tujuan sendiri maupun tujuan Bersama-sama. Itu pengetian pribadi saya tentang apa itu sumber daya manusia. Menurut saya Pendidikan dan sumber daya manusia itu tidak dapat dipisahkan, karena manurut saya Pendidikan dan sumber daya manusia adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Saya yakin dan percaya apabila kita memiliki kualitas Pendidikan yang baik, sudah pasti kita akan mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang baik. Supaya lebih mantap saya akan mengutip beberapa pendapat para ahli tentang korelasi antara kualitas Pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Amartya Sen dalam karyanya yang berjudul “Development as Freedom. Knopf.” Dia menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kemampuan individu yang pastinya akan juga meningkatkan kulitas sumber daya manusia. Dia juga mengatakan bahwa pendidikan itu bukan hanya sekedar tentang pengetahuan tetapi juga tentang pengembangan kapasitas individu.[1]
Menurut Paul Becker dalam karyanya yang berjudul “Becker, G. S. (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education. University of Chicago Press.” Dia menjelaskan bahwa terdapat korelasi positif antara Tingkat pendidikan dan produktivitas kerja. menurut dia pendidikan yang baik pasti menghasilkan sumber daya manusia yang lebih terampil dalam bidangnya dan juga produktif. Dalam hal ini menurutnya sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi.[2]
Menurut M.A.K. Halliday dalam karyanya yang berjudul “Halliday, M. A. K. (1993). Towards a Language-Based Theory of Learning. Linguistics and Education.” Dia menyatakan bahwa pendidikan yang berkualitas itu jelas sangat berkontribusi pada peningkatan keterampilan dan juga pengetahuan yang berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang baik. [3]
Menurut Robert Putnam dalam karyanya yang berjudul “Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.” Robert menekankan bahwa pentingnya pendidikan dalam membangun “kapasitas sosial” yang diperlukan untuk kolaborasi dan juga inovatif yang merupakan ciri-ciri dari sumber daya manusia yang berkualitas.[4]
Dari setiap pandangan menurut para ahli ini semua menegaskan bahwa kualitas pendidikan jelas sangat berpengaruh terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Di Indonesia, Tingkat atau level sumber daya manusia dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori yaitu jelas seperti pendidikan, keterampilan, dan juga sektor pekerjaan. Di Indonesia masih terdapat banyak individu yang hanya memiliki pendidikan hingga Tingkat dasar, yang mencakup sekolah dasar. Di pendidikan menengah memang mengalami peningkatan seperti SMK/SMU. Tetapi masih terdapat kesenjangan dalam memiliki akses pendidikan tersebut. Dan di dalam pendidikan tinggi seperti perguruan tinggi itu emang mengalami peningkatan tapi dengan kualitas perguruan tinggi yang masih bervariasi.[5] Dan seperti pembahasan dalam karya “The Tripod Of Education” sebanyak 80% pelajar peguruan tinggi itu mengalami salah jurusan yang artinya jurusannya itu tidak sesuai dengan minat dan bakat diri mereka sendiri. Karena di pengaruhi banyak faktor seperti ikut-ikutan teman, dorongan orang tua, dan masih banyak lagi.
Dalam segi keterampilan, di Indonesia dibagi menjadi tiga level yaitu keterampilan rendah, keterampilan menengah, dan keterampilan tinggi. Dalam keterampilan rendah banyak pekerja di sektor informal atau pekerjaan yang tidak terampil. Didalam keterampilan menengah, yaitu terdapat keterampilan teknis di sektor industry semakin meningkat, terutama di kalangan lulusan SMK. Dan dalam keterampilan tinggi yaitu seperti tenaga kerja professional dan manajerial masih sangat terbatas meskipun terdapat peningkatan.[6]
Dan didalam sektor pekerjaan, Indonesia merupakan negara agraris yang Dimana sektor pertanisan merupakan pilihan yang banyak dipilih oleh myoritas tenaga kerja, tapi hal tersebut juga masih kurang dikarenakan terdapat banyak pekerja yang tidak terampil. Dalam sektor industri, untuk memajukan industry di Indonesia itu sangat memerlukan keterampilan yang teknis disatu sisi Indonesia masih banyak tenaga kerja yang masih kurang terlatih. Didalam sektor jasa, kualitas sumber daya manusia dalam sektor ini sangat beragam tergantung juga pada jenis layanan yang diberikan. [7]
Secara keseluruhan dan apabila kita speak by data memang kualitas sumber daya manusia di Indonesia memiliki kemajuan tapi itu masih sangat kurang karena masih terdapat banyak tantangan seperti memperbaiki kualitas Pendidikan yang buruk, masih kurangnya pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan juga kesempatan setiap individu untuk mendapatkan akses yang adil untuk mendapatkan pekerjaan yang berkualitas. Akan tetapi dalam supaya bisa mendapatkan akses kita juga harus worth it. Karena dengan padatnya penduduk di Indonesia yang artinya terdapat persaingan yang Dimana yang menang merupakan yang terbaik. Karena memang terkadang kita harus berusaha juga dan bisa di hubungkan ke dalam “The Tripod Of Education” yang Dimana dalam istilah tersebut terdapat tiga hal penting yaitu kemauan, kedisiplinan, dan kejujuran. Apabila kita semua memiliki itu, kita pasti akan bisa memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik.Sama halnya dengan “The Tripod Of Education”. System ini dapat kita implementasikan dalam usaha untuk menaikan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
“The Tripod Of Human Resources”
Dalam pembahasan kali ini saya akan membuat istilah baru yang akan saya namakan “The Tripod Of Human Resources” yang di dalam istilah ini terdapat tiga pilar penting untuk memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik yaitu adalah adanya Pendidikan/education, produktif, dan inovatif. Pilar pertama yaitu adalah Pendidikan atau education, hal ini merupakan hal yang absolute. Untuk pilar ini kita harus mengerti dulu apa yang dinamakan dengan “The Tripod Of Education” yang Dimana disitu dijelaskan semua hal yang harus kita miliki. Di pilar kedua terdapat produktifitas, sama halnya dengan yang lain jelas kita harus bisa menjadi manusia yang produktif dan bukan manusia yang konsumtif. Apabila kita dapat berprilaku priduktif tentu itu akan menghasilkan hasil yang baik untuk kita maupun lingkungan sekitar kita.
Perilaku konsumtif itu merupakan perilaku yang cenderung boros dan menghabiskan sumber daya tanpa mempertimbangkan jangka Panjang atau efesiensi, yang pada akhirnya juga merugikan diri sendiri dan juga bisa merugikan orang lain. Dan pilar yang ketiga adalah inovatif, sama pentingnya juga dengan pilar yang lainnya. Pilar ini mengharuskan kita untuk berfikir inovatif yaitu menharuskan kita untuk memiliki kemampuan yang kreatif dan dapat menghasilkan ide-ide yang baru dan dapat juga mencari Solusi untuk memecahkan masalah sendiri maupun masalah yang terdapat di sekitar kita. Hal tersebut berkaitan dengan produktifitas yang Dimana apabila kita inovatis tentu kita akan bisa produktif tapi sebelum itu kita harus punya Pendidikan yang baik terlebih dahulu. Maka dengan itu saya menggunakan istilah “The Tripod Of Human Resources” yang Dimana semuanya itu merupakan hal yang paling penting untuk mempunyau kualitas sumber daya manusia yang baik.
Menurut para ahli Apabila suatu negara memiliki kualitas sumber daya manusia yang buruk sudah pasti akan memiliki dampak negative, antara lain sebagai berikut:
- Menurut Amartya Sen dalam karyanya yang berjudul “Development as Freedom. Knopf.” Dia berargumen bahwa sualitas usmber daya manusia itu sangat penting, dan Ketika kulitas sumber daya manusia itu rendah makan akan terjadi kemiskinan dan ketidakberdayaan yang pasti akan menghambat kemajuan.[8]
- Menurut Paul Krugman dalam karyanya yang berjudul “The Age of Diminished Expectations.” Menyatakan bahwa produktifitas dan pertumbuhan ekonomi itu sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga kerja/sumber daya manusia dan dengan kualitas sumber daya manusia yang buruk dapat menyebabkan stagnasi ekonomi.[9]
- Menurut Michael Porter dalam karyanya yang berjudul “The Competitive Advantage of Nations.” Pendanganya bahwa daya saing suatu negara bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang kurang terampil dapat menghambat inovasi dan daya saing di pasar global.[10]
- Menurut Daron Acemoglu dan James A. Robinson dalam karya mereka yang berjudul “hy Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty.” Mereka menekankan bahwa institusi dan kualitas sumber daya manusia itu sangat berpengaruh besar terhadap kemakmuran suatu negara. Sumber daya manusia yang buruk dapat menyebabkan kelemahan institusi dan juga menimbulkan ketidakstabilan. [11]
Dari semua pandangan para ahli menunjukan bahwa kualitas sumber daya mansuia itu sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek seperti asepk ekonomi, aspek social, dan juga Pembangunan institusi.
Jadi betapa pentingnya kualitas sumber daya manusia bagi suatu negara, kita semua punya kapasitasnya masing-masing dalam berkontribusi membangun negara.
Karya ini ditujukan kepada pemangku kekuasaan yang mempunyai kapasitas untuk merubah sistem pendidikan di Indonesia supaya lebih baik.
Karya ini bersifat lanjutan/series, jadi pembahasan selanjutnya akan tetap tentang pendidikan yang di hubungkan dengan faktor lain. dan karya ini juga bisa saja saya perbarui apabila saya rasa perlu. pembaca dipersilahkan untuk mengomentari tulisan ini, dan apabila memiliki pendapat pribadi dipersilahkan untuk menyampaikan komentarnya di kolom komentar.
Bagikan karya ini kepada siapapun apabila dirasa bermanfaat, supaya bisa menjadi manfaat juga bagi pembaca lain.
Terimakasih.
Tuhan Memberkati kita semua, Amin.
[1] Sen, A. (1999). Development as Freedom. Knopf.
[2] Becker, G. S. (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education. University of Chicago Press.
[3] Halliday, M. A. K. (1993). Towards a Language-Based Theory of Learning. Linguistics and Education.
[4] Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.
[5] Badan Pusat Statistik (BPS), "Statistik Pendidikan" 2022.
[6] Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, "Laporan Tenaga Kerja" 2022.
[7] Laporan World Bank tentang "Kualitas SDM di Indonesia" 2021.
[8] Sen, A. (1999). Development as Freedom. Knopf.
[9] Krugman, P. (1994). The Age of Diminished Expectations. MIT Press.
[10] Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. Free Press.
[11] Acemoglu, D. & Robinson, J. A. (2012). Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty. Crown Business.
Memang utk menjadi negara maju tentu harus meningkatkan kualitas SDM nya secara efektif
BalasHapus