THE TRIPOD OF EDUCATION : Tantangan dan Harapan Untuk Kualitas Pendidikan Yang Lebih Baik di Indonesia
THE TRIPOD OF EDUCATION
Tantangan dan Harapan Untuk Kualitas Pendidikan Yang Lebih Baik di Indonesia
PART 1
Pemikiran ini muncul pada saat saya sedang berjalan kaki di pukul enam pagi. Saat itu saya sering berjalan dari rumah saya ke gelanggang olahraga. Dimana setiap padi saya melihat anak sekolah dari SD, SMP, SMA. Muncul lah pemikiran saya untuk membahas hal mengenai Pendidikan. Dalam pemikiran pribadi saya, dari jaman Indonesia Merdeka sampai saat karya tulis ini di buat Pendidikan di Indonesia itu sama saja tidak ada perubahan. Lalu muncul lah pertanyaan selanjutnya yaitu, apakah system Pendidikan di Indonesia itu sudah baik makanya dipertahankan sampai sekarang? Jawabannya tentu saja tidak. Dalam buku “DEVELOPMENT AS FREEDOM” karya Amartya Sen, bahwa kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi adalah Pendidikan yang baik.[1]
Pendidikan, tentu saja hal tersebut menjadi yang utama dalam pembahasan ini. Di Indonesia Pendidikan rata-rata dimulai oleh anak yang berusia enam sampai sebelas tahun yaitu untuk memasuki sekolah dasar. Di dalam sekolah dasar dari kelas satu sampai dengan kelas enam, para murid diajarkan untuk mengetahui tentang pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, pendidikan agama dan budi perketi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dll. Sama halnya juga dengan SMP (sekolah menengah pertama) dan di SMA (sekolah menengah atas) Dimana para murid itu dapat memilih jurusan apa yang mereka mau. Di Indonesia yang paling dominan/paling banyak ditemui di sekolah-sekolah itu adalah jurusan IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial) walaupun sekarang sudah tidak dipergunakan lagi jurusan seperti itu. Dan setelah lulus dari SMA para murid baru memasuki dunia perkuliahaan Dimana dia bisa memilih jurusan apa yang dia mau. Di dunia perkuliahan sebanyak 80% mahasiswa mengalami salah jurusan saat menentukan pilihan di kuliahnya. faktor yang menjadi penyebabnya yaitu:
- Hanya ikut-ikutan teman
- Terlalu banyak masukan/saran dari orang
- Tawaran beasiswa
- Tuntutan orang tua
Angka 80% merupakan angka yang sangat besar, artinya sistem pendidikan kita sudah salah jalan dari awal. Indonesia itu merupakan negara hukum dan saya yakin semua orang tau akan hal itu, tetapi kenapa ilmu tentang hukum tidak di tekankan sejak kita masuk sekolah dasar?. Menurut saya pribadi sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) merupakan tiga pilar utama dalam menentukan kualitas pendidikan di inegara Indonesia. Yang Dimana rata-rata waktu menempuh ketiga pendidikan itu memakan waktu dua belas tahun. Disitulah kesempatan semua pihak seperti pemerintah, guru, orang tua/wali dapat menanamkan hal-hal yang penting kepada para murid-murid tersebut yang nanti akan dibahas dibahas .
The Tripod of Education.
Gambar diatas saya sebut sebagai The Tripod Of Education, Dimana istilah ini saya temukan setelah saya renungkan apa yang menurut saya yang harus ada dalam sistem edukasi di Indonesia. The tripod of education ini menurut saya yang sangat bagus apabila dapat di implementasikan dengan seharusnya. Dalam gambar ini memunculkan tiga pilar penting dalam sistem edukasi di Indonesia diamana harus adanya kejujuran, kedisiplinan, dan kemauan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ketiga hal tersebut tidak dapat berdiri sendiri, sama halnya seperti tripod yang Dimana apabila salah satu kaki tidak ada maka tripod itu tentu jelas akan jatuh dan tidak dapat menopang kamera atau apapun yang di topang oleh tripod tersebut. Sama halnya dengan tripod of education itu Dimana apabila adanya kejujuran dan kedisiplinan tapi tidak adanya kemauan maka kedisiplinan dan kejujuran itu hanya akan sia-sia karena untuk bisa memiliki kedisiplinan dan kejujuran kita pertama harus memiliki kemauan. Sama halnya apabila hanya ada kedisiplinan dan kemauan, hal tersebut bisa saja berkonotasi negatif. Bisa saja kita artikan bahwa dia memiliki kemauan untuk melakukan hal yang tidak baik seperti korupsi dan berbohong. Dan sama halnya juga apabila hanya ada kejujuran dan kemauan tapi tidak memiliki kedisipilinan hal tersebut akan sia-sia karena sifat kejujuran dan kemauan hanya akan bersifat sementara saja karena tidak adanya kedisiplinan. Maka dari itu kemauan, kedisiplinan, dan kejujuran itu merupakan tiga pilar yang harus kita jaga dan kita rawat karena apabila hanya satu yang runtuh tentu saja hal yang kita topang akan jatuh.
Mari kita Kembali ke awal yaitu sekolah dasar, di SD seharusnya para murid sudah mulai dimasukan ilmu tentang hukum dikarenakan Indonesia jelas merupakan negara hukum. Mereka harus diajarkan hal-hal yang dasar tentang hukum dan harus ditekankan tentang ilmu sosial dan juga kewarganegaraan, kurang lebihnya seperti itu. Dan pada saat memasuki tahap SMP para murid seharsunya sudah harus diberikan penjurusan yang lebih fleksibel. Jadi dari SMP ini para murid harus sudah dipersiapkan dan sudah di beri bekal terlebih dahulu mengenai dunia perkuliahaan dan dunia kerja. seperti jurusan hukum, menejemen, ekonomi, teknik informasi,dll dan pada saat memasuki tahap SMA para murid juga tetap diberikan kebebasan pilihan jurusan seperti hukum, ekonomi, menejemen, dll. Kenapa? Supaya apabila pilihan yang dia ambil pada saat SMP dan dia merasa tidak cocok, mereka bisa mengganti pilihan mereka pada saat di SMA. Tapi alangkah bagusnya apabila pemilihan jurusan itu bersifat fleksibel, artinya walaupun mereka sudah menggambil jurusan tertentu, mereka tetap bisa menghadiri jurusan yang lain sebagai bahan pembelajaran untuk pertimbangan kedepannya. Dan setelah mereka lulus dari SMA mereka akan dapat lebih bijak dalam memilih jurusan mereka, jadi mereka bisa memilih jurusan yang mereka ingini yang tentunya sesuai dengan keinginan mereka atau kesepakatan mereka dengan orangtua/wali mereka. Apabila semua hal tersebut sudah dapat dijalani tentu saja angka presentasi 80% itu tentu bisa turun drastis. Berikut adalah Solusi yang bisa saya berikan dan dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. Kira-kira nama kurikulum apa ya yang bagus untuk digunakan di sistem yang sudah jabarkan ini?.
Sekarang apa yang terjadi apabila sistem yang saya jabarkan itu tidak dijalankan? Ya walaupun kita semua sudah tau jawabannya, tapi tidak apa-apa biar saya jabarkan. sistem pendidikan sekarang itu jujur saja saya tidak mengerti apa tujuanya apa visinya dan apa misinnya walapun terdapat di website KEMDIKBUD. Menurut saya maupun tujuanvisi, dan misi tersebut adalah bagus. Tapi untuk apa mempunyai visi dan misi yang bagus tapi tidak berjalan dengan semestinya, jadi seakan visi dan misi itu hanya untuk di pandang saja dan bukan untuk dijalankan semestinya. Dari kasus yang ringan sampai yang berat seperti pembunuhan pun ada, bahkan sampai kasus yang absurd seperti hamil pun ada. Apakah itu menandakan bahwa visi dan misi tersebut berjalan dengan baik? Tentu tidak.
Faktor penting yang harus sudah di tanamkan sejak dini yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia
1. Kedisiplinan, kedisiplinan itu merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menunjang kualitas pendidikan di Indonesia. Kita ambil saja contoh dalam hal pemakaian seragam sekolah di Indonesia, tidak jarang saya melihat anak sekolahan menggunakan seragam sekolah apa adanya. Terlepas dari kemampuan finansial seseorang, hal tersebut harusnya bisa di Atasi oleh pihak sekolah. Artinya ilmu kedisiplinan itu harus di tanamkan terlebih dahulu kepada anggota sekolah seperti kepala sekolah, guru, petugas sekolah, dll. Karena mereka harus menjadi contoh bagi murid-murid mereka. Karena kita ke sekolah itu untuk belajar dan belajar ini memiliki arti yang luas, bisa belajar ilmu Pelajaran dan juga bisa belajar hal positif lainnya dari anggota sekolah. Hal ini harus dianggap serius apabila memang sekolah tersebut mau membantu kualitas pendidikan Indonesia ke jenjang yang lebih bagus.
2. Kejujuran, hal yang penting. Mulai dari SD, SMP, SMA. Murid-murid tersebut itu harusnya sudah di tekankan untuk bisa bersifat jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Hal ini dapat berkembang ke sikap anti korupsi yang merupakan salah satu permasalahan terbesar di negara Indonesia. Sikap jujur itu sifatnya berkembang dari mulai jujur terhadap hal yang kecil sampai kepada jujur kepada hal yang luar biasa. Dengan banyaknya aksi korupsi di Indonesia apakah menandakan pendidikan sebelumnya/jaman dulu itu jelek? Jawabanya iya, karena jelas disini korupsi merajalela. Saya tidak bilang korupsi itu bisa hilang 100% sampai ke akar-akarnya, tapi saya yakin bahwa perilaku korupsi itu sangat bisa di tekan. Apabila para murid sudah di tanamkan sifat untuk jujur maka mereka pasti akan merasa tidak enak untuk melakukan suatu hal yang tidak jujur. Dan juga korupsi itu bukan hanya berbicara tentang pejabat yang korupsi uang rakyat tapi permasalahan korupsi itu luas, dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Kembali lagi ke kejujuran, bukan hanya di sekolahan harus diajarkan tapi juga harus dimulai dari rumah yaitu orang tua/wali.
3. Kemauan, hal yang paling penting untuk melengkapi semuanya yaitu jelas kita semua harus punya kemauan untuk berprilaku disiplin dan juga berprilaku jujur. Kita harus memiliki pikiran yang terbuka untuk kemauan ini jelas juga pemikiran kita harus terbuka terhadap hal yang positif. Memang mungkin bisa jadi awalan yang berat tapi tanpa sepengetahuan kita, kita pasti juga akan menerima/merasakan efeknya ke diri kita sendiri yang bisa saja juga membantu kita dalam hidup. Menurut saya sifat kemauan ini muncul karna adanya pengaruh rasa iri hati terhadap sesuatu. Tentu saja rasa iri yang positif, contohnya seperti sekarang saya iri kepada negara-negara yang maju kualitas untuk pendidikan nya dengan itu saya memiliki kemauan untuk membantu atau ikut serta untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.
Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam sistem pendidikan di Indonesia Menjunjung tinggi nilai Pancasila, ini merupakan salah satu nilai yang penting, karena negara Indonesia berdiri berdasarkan nilai-nilai Pancasila:
- Sila pertama berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” yang Dimana setiap sekolah juga harus menanamkan ilmu agama terhadap murid-muridnya. Karena saya yakin bahwa semua agama itu mengajarkan hal-hal dan juga nilai-nilai yang sangat penting untuk menjalani kehidupan bernegara. Yang selanjutnya;
- Sila ke dua berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” sila ini artinya itu memerintahkan kita semua warga negara Indonesia harus bisa berprilaku adil dan juga beradab terhadap sesama. Hal ini tentu sangat penting untuk diterapkan kepada murid-murid sekolah, jelas tujuannya supaya merka memiliki sikap dan dapat berprilaku adil dan juga beradab terhadap sesama. Selanjutnya;
- Sila ketiga yang berbunyi “persatuan Indonesia” Dimana nilai ini sangat penting dan harus di terapkan pada para murid untuk menjunjung tinggi sifat persatuan dalam lingkungan sekolah mereka yang Dimana ini harus di dukung juga oleh anggota-anggota sekolah dan harus menjadi tanggung jawab mereka dalam memastikan bahwa sila tersebut harus berjalan dengan baik dan semestinya. Mengingat juga Indonesia merupakan negara yang beragam yang terdiri dari ribuan etnis. Disitulah peran anggota sekolah untuk bisa mempersatukan mereka.
- Sila yang ke empat berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan” dalam sila ini para murid didorong untuk bisa bermusyawarah satu sama lain dan juga dapat mendotong murid untuk dapat memiliki prilaku yang bijaksana dalam suatu hal. Dan;
- Sila kelima berbunyi “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” Dimana dalam sila ini itu harus bisa di terapkan ke semua pihak dari murid, para pendidik, dan juga pemerintahan yang membuat kebijakan. Yang Dimana semua harus bisa bersifat adil. Apabila kita ambil contoh dari segi pemerintahaan, pemerintah harus bersikap adil terhadap kesempatan orang untuk bisa menikmati pendidikan yang setara dan baik. Dan juga dalam segi Pembangunan fasilitas pendidikan yang harus memadai dan juga dapat mengakomodasi. Apabila kita ambil contoh seperti di pelosok-pelosok yang susah untuk mendapatkan akses pendidikan dikarenakan karenakan fasilitas yang tidak memadai.
Sekian pandangan pribadi saya tentang sistem pendidikan di Indonesia yang Dimana jelas harus adanya perubahan besar terhadap sistem pendidikan kita di negeri tercinta ini. Saya mohon maaf apabila terdapat salah penulisan dan hal yang tidak mengenakan untuk dibaca. Percayalah saya mengetik karya ini murni dari pemikiran saya dan jelas saya sangat mau melihat negara yang saya cintai ini supaya bisa maju khususnya dalam bidang pendidikan. Mari untuk kita semua ikut serta maupun dari Masyarakat biasa dan pemerintahan. Kita semua punya bagian kita masing-masing dalam memajukan bangsa dan negara ini. saya cinta negara saya yaitu Negara kesatuan Republik Indonesia.
Untuk mencapai cita2 Indonesia emas thn 2040 inti persoalan adalah kualitas SDM.
BalasHapusTentu arti kualitas SDM adalah manusia siap pakai sesuai dengan bidangnya.