MENJADI POLISI YANG BAIK Penggunaan Sistem “The Tripod Of Education” dalam mencapai tujuan untuk Kepolisian Republik Indonesia Yang Lebih Baik Part 3
MENJADI POLISI YANG BAIK
Penggunaan Sistem “The Tripod Of Education” dalam mencapai tujuan untuk Kepolisian Republik Indonesia Yang Lebih Baik
Part 3
Dalam karya tulis ini saya akan membahas tentang Kepolisian Republik Indonesia, perlu diingat bahwa tulisan ini merupakan pemikiran saya tentang Kepolisian Republik Indonesia. Kepolisian Republik Indonesia atau yang dikenal sebagai POLRI, memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa Tingkat kepercayaan Masyarakat terhadap POLRI itu rendah. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut, seperti adanya kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran hak asasi manusia, kurangnya responsivitas, persepsi negative dari social media, stigma dan juga stereotip, pengalam pribadi, dan juga kualitas pelayanan. Maka dari itu saya akan mencoba untuk memberikan Solusi terhadap POLRI bagaimana supaya dapat mengembalikan Tingkat kepercayaan Masyarakat. Dalam pembahasan ini saya akan menjelaskan bagaimana system “The Tripod Of Education” ini dapat di implementasikan dan dapat meningkatkan kualitas POLRI. Sebelum saudara membaca karya ini, saya sarankan supaya saudara membaca terlebih dahulu artikel pertama saya yang berjudul “THE TRIPOD OF EDUCATION : Tantangan dan Harapan Untuk Kualitas Pendidikan Yang Lebih Baik di Indonesia”. Supaya saudara dapat mengerti apa yang saya maksudkan. Baik sekarang mari kita bahas.
Saya yakin bahwa Kepolisian Republik Indonesia pasti akan terus mencoba untuk meningkatkan kualitasnya dan membuktikan kepada Masyarakat. Akhir-akhir ini saya baru saja mencoba trobosan baru dari Kepolisian Republik Indonesia, yaitu cara baru dalam mengurus surat-surat. Contohnya saya baru saja melakukan perpanjangan SIM saya melewati aplikasi Kepolisian Republik Indonesia. Yang Dimana ini merupakan hal yang baik dalam melayani Masyarakat. Jadi Masyarakat tidak perlu pergi ke kantor Kepolisian Republik Indonesia lagi untuk mengurus perpanjangan SIM. Walaupun aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan tetapi saya yakin bahwa kedepannya aplikasi ini akan maksimal dan akan sangat membantu Masyarakat di Indonesia. Berikut adalah pendapat para ahli tentang bagaimana pentingnya hubungan baik antara Polisi dan juga Masyarakat:
Sir Robert Peel, Sir Robert Peel, pendiri kepolisian modern, menyatakan bahwa "Polisi adalah bagian dari masyarakat yang diatur oleh hukum." Ia menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat untuk keberhasilan kepolisian.[1]
Herman Goldstein, Goldstein mengembangkan konsep "problem-oriented policing," yang menekankan kolaborasi antara polisi dan masyarakat untuk memecahkan masalah keamanan. Ia berpendapat bahwa polisi harus lebih proaktif dalam melibatkan masyarakat.[2]
David Bayley, Bayley menyoroti pentingnya membangun hubungan saling percaya antara polisi dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum. Ia mencatat bahwa kepercayaan masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan polisi.[3]
George Kelling dan James Q. Wilson, Kelling dan Wilson dalam teori "broken windows" mereka berpendapat bahwa kondisi lingkungan yang buruk dapat memicu kejahatan. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah kejahatan.[4]
Michael J. Wood, Wood menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat. Ia berpendapat bahwa komunikasi yang efektif dapat membangun kepercayaan dan meningkatkan kolaborasi dalam menjaga keamanan.[5]
Eliot Spitzer, Spitzer berargumen bahwa hubungan positif antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk mengurangi ketegangan dan menciptakan lingkungan yang aman. Ia menyoroti bahwa pendekatan komunitas dapat meningkatkan efektivitas kepolisian.[6]
Pendapat para ahli ini menunjukkan bahwa hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung penegakan hukum yang efektif. Upaya kolaboratif, transparansi, dan komunikasi yang baik adalah kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Dari enam pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan dalam lima poin penting yang menjelaskan bagaimana pentingnya hubungan yang baik antara polisi dan juga Masyarakat:
- Kepercayaan Masyarakat
Keberhasilan kepolisian sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat, yang harus dibangun melalui transparansi dan akuntabilitas.
- Kolaborasi Proaktif
Polisi harus berkolaborasi dengan masyarakat untuk memecahkan masalah keamanan, bukan hanya reaktif terhadap kejahatan yang terjadi.
- Keterlibatan Masyarakat
Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat penting, terutama dalam pencegahan kejahatan dan menciptakan kondisi yang aman.
- Komunikasi yang Efektif
Komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat dapat memperkuat hubungan dan meningkatkan kerjasama dalam menjaga keamanan publik.
- Pendekatan Komunitas
Mengadopsi pendekatan komunitas dalam penegakan hukum dapat membantu mengurangi ketegangan antara polisi dan masyarakat, serta meningkatkan efektivitas polisi.
Sekarang apa saja yang menjadi faktor-faktor turunnya kepercayaan Masyarakat kepada Kepolisian Republik Indonesia:
- seperti adanya kasus korupsi
Kasus korupsi merupakan masalah terbesar yang ada di Indonesia yang Dimana bisa terjadi Dimana saja, bukan hanya di Kepolisian tapi bisa terjadi juga di semua lapisan Masyarakat.
- penyalahgunaan kekuasaan
hal ini juga tidak bisa dihindarkan bahwa faktanya memang ada terjadi di lapangan, contohnya seperti penggunaan kekerasan berlebihan dan juga penggunaan senjata api yang tidak bertanggung jawab. Dan juga polisi yang melakukan penangkapan dengan sewenang-wenang terhadap individu tanpa proses yang jelas.
- Pelanggaran hak asasi manusia
Sama halnya juga dengan penyalahgunaan kekuasaan yang dapat berhujung pada pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh polisi.
- kurangnya responsivitas
contoh simple nya adalah responsivitas Polisi dalam menangani kasus pembulian. laporan tentang perundungan di sekolah tidak ditangani dengan serius oleh polisi. Masyarakat mengeluhkan bahwa polisi tidak segera bertindak untuk melindungi korban atau menindak pelaku. Dan juga ada contoh laporan tentang orang hilang yang Dimana terdapat masa waktu tenggang supaya bisa dilakukan prosedur pencarian. Hal ini juga masih menjadi perdebatan sampai saat ini.
- persepsi negative dari social media
seperi yang kita ketahui di jaman sekarang sudah banyak sekali jenis sosial medi yang Dimana bisa dilihat banyak orang. Banyak orang yang tidak puas dengan pelayanan polisi dan akhirnya dia meng-uploadnya ke media sosial sehingga dilihat banyak orang sehingga menjadi viral.
- stigma dan juga stereotip
untuk poin ini saya rasa sudah bisa di wakilkan dengan poin yang diatas.
- pengalam pribadi
mungkin hampir semua Masyarakat mempunyai pengalaman terhadap polisi. Pengalaman yang baik maupun pengalan yang buruk.
- kualitas pelayanan
salah satu poin yang banyak di keluhkan oleh Masyarakat. Yang ibarat kata supaya kitab isa mendapatkan pelayanan yang bagus kita itu harus memiliki “power” baru bisa di tanggapi serius oleh polisi dan harus viralnya dulu sebuah kasus baru ditanggapi serius oleh polisi.
Berikut tadi adalah faktor-faktor yang turunnya kepercayaan Masyarakat kepada Kepolisian Republik Indonesia. Sekarang saya akan mencoba memeberikan Solusi untuk mengatasi masalah diatas dengan cara mengimplementasikan system “The Tripod Of Education”. Yang Dimana didalamnya terdapat tiga pilar penting. Yaitu adanya kemauan, adanya kejujuran, dan juga adanya kedisiplinan. Mari kita bahas.
The tripod of education terdiri dari tiga pilar penting yaitu kemauan, kejujuran, dan kedisiplinan. Saya akan menganalisa bagaimana apabila system tersebut di gunakan dalam Kepolisian Republik Indonesia supaya dapat meningkatkan kualitasnya.
Pertama ada kejujuran, kejujuran merupakan satu dari tiga pilar penting dalam pembahasan ini, kenapa? Karena untuk supaya kita jujur itu kita harus memiliki kemauan yang kuat. apabila Kepolisian Republik Indonesia memiliki sikap jujur maka hal-hal yang buruk pasti akan berkurang. Jika polisi Indonesia bersifat jujur, hal ini akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan negara. Membangun kepercayaan publik adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Contohnya seperti:
- Meningkatnya Kepercayaan Publik, Masyarakat akan lebih percaya kepada institusi kepolisian, yang dapat meningkatkan kerjasama dalam penegakan hukum dan pencegahan kejahatan.
- Pengurangan Korupsi, Dengan integritas yang tinggi, potensi korupsi di tubuh kepolisian dapat diminimalisir, sehingga anggaran dan sumber daya negara dapat digunakan lebih efektif.
- Peningkatan Kualitas Pelayanan, Polisi yang jujur cenderung memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, menjamin proses hukum yang adil dan transparan.
- Mendorong Reformasi dan Akuntabilitas, Sikap jujur akan mendorong reformasi di dalam institusi kepolisian, termasuk peningkatan akuntabilitas melalui mekanisme pengawasan yang lebih baik.
- Meningkatnya Keterlibatan Masyarakat, Masyarakat akan lebih aktif berpartisipasi dalam program-program kepolisian, seperti pengawasan lingkungan dan pencegahan kejahatan, karena merasa aman dan dilibatkan.
- Stabilitas Sosial, Dengan penegakan hukum yang adil dan transparan, konflik sosial dan ketegangan antara polisi dan masyarakat dapat berkurang, menciptakan stabilitas yang lebih baik.
- Efektivitas Penegakan Hukum, Penegakan hukum akan menjadi lebih efektif karena tindakan polisi yang tidak bias dan berdasarkan fakta, yang pada gilirannya dapat menurunkan tingkat kejahatan.
Kedua adanya kedisiplinan, Kedisiplinan dalam kepolisian Indonesia dapat membawa banyak manfaat, baik bagi institusi itu sendiri maupun bagi masyarakat luas. Ini akan memperkuat peran polisi sebagai pelindung dan penegak hukum yang dipercaya oleh publik. Contohnya seperti:
- Peningkatan Profesionalisme, Kedisiplinan akan mendorong polisi untuk bertindak secara profesional dalam menjalankan tugas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
- Penegakan Hukum yang Konsisten, Polisi yang disiplin akan lebih konsisten dalam menerapkan hukum, mengurangi ketidakpastian dan ketidakadilan dalam penegakan hukum.
- Meningkatnya Kepercayaan Masyarakat, Masyarakat akan lebih percaya kepada polisi yang menunjukkan kedisiplinan, yang dapat meningkatkan kerjasama dalam menjaga keamanan.
- Pengurangan Tindakan Sewa Wena, Dengan jiwa kedisiplinan, polisi akan lebih sulit untuk terpengaruh oleh praktik korupsi dan pungli, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
- Responsivitas yang Lebih Baik, Polisi yang disiplin cenderung lebih responsif terhadap situasi darurat dan keluhan masyarakat, menciptakan rasa aman di lingkungan.
- Pengembangan Diri dan Organisasi, Kedisiplinan akan mendorong anggota polisi untuk terus belajar dan mengembangkan diri, yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.
- Stabilitas dan Ketertiban Sosial, Dengan kedisiplinan, polisi dapat lebih efektif dalam menjaga ketertiban dan keamanan, mengurangi konflik sosial dan meningkatkan stabilitas masyarakat.
Ketiga adanya kemauan, Kemauan yang tinggi dalam kepolisian Indonesia dapat membawa perubahan signifikan dalam cara institusi tersebut beroperasi. Ini akan membantu membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis. Contohnya seperti:
- Peningkatan Kinerja dan Efektivitas, Dengan kemauan yang kuat, polisi akan lebih bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, yang berujung pada peningkatan kinerja dalam penegakan hukum.
- Responsivitas yang Lebih Baik, Polisi yang memiliki kemauan tinggi cenderung lebih cepat dan tanggap terhadap keluhan masyarakat dan situasi darurat, menciptakan rasa aman di masyarakat.
- Inisiatif dalam Penyelesaian Masalah, Kemauan untuk bertindak akan mendorong polisi untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah keamanan dan sosial, bukan hanya reaktif terhadap kejahatan.
- Meningkatkan Hubungan dengan Masyarakat, Polisi yang berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan baik akan lebih mudah membangun hubungan positif, meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
- Reformasi Internal, Dengan semangat yang tinggi, anggota kepolisian dapat lebih terbuka terhadap perubahan dan reformasi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan akuntabilitas.
- Peningkatan Moral dan Motivasi Anggota, Kemauan yang tinggi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif, meningkatkan moral dan motivasi anggota dalam menjalankan tugas mereka.
- Keterlibatan dalam Program Komunitas, Polisi yang berkomitmen akan lebih aktif terlibat dalam program-program komunitas, seperti pencegahan kejahatan dan edukasi kepada masyarakat, yang pada akhirnya dapat mengurangi tingkat kejahatan.
Sekian.
Karya ini ditujukan kepada pemangku kekuasaan yang mempunyai kapasitas untuk merubah kualitas sistem kepolisian di Indonesia supaya lebih baik.
Karya ini bersifat lanjutan/series, jadi pembahasan selanjutnya akan tetap tentang pendidikan yang di hubungkan dengan faktor lain. dan karya ini juga bisa saja saya perbarui apabila saya rasa perlu. pembaca dipersilahkan untuk mengomentari tulisan ini, dan apabila memiliki pendapat pribadi dipersilahkan untuk menyampaikan komentarnya di kolom komentar.
Bagikan karya ini kepada siapapun apabila dirasa bermanfaat, supaya bisa menjadi manfaat juga bagi pembaca lain.
Terimakasih.
Tuhan Memberkati kita semua, Amin.
[1] Peel, R. (1829). Principles of Policing.
[2] Goldstein, H. (1979). Problem-Oriented Policing.
[3] Bayley, D. H. (1994). Police for the Future.
[4] Kelling, G. L., & Wilson, J. Q. (1982). "Broken Windows." The Atlantic Monthly.
[5] Wood, M. J. (2007). Community Policing: A Policing Strategy for the 21st Century.
[6] Spitzer, E. (2000). "Community Policing and the Future of Law Enforcement." The New York Times.
Tulisan ini cukup baik khusus bagi legislatif ( pembuat UU ) dan executive ( yg menjalankan UU )
BalasHapusKepolisian wajib harus profesional bukan sekedar baik. Lembaga legislatif juga harus cerdas. Saat ini pihak legislatif ( DPR ) banyak produk uu yg timpah tindi. Misal semaraknya custom knalpot yg menghasilkan suara besar( di gemari anak muda ) ini bagus utk meningkatkan ekonomi masyarakat. Tapi knalpot yg demikian jgn heran akan di tilang polantas di jalan raya krn melanggar UU kebisingan. Bingung kan !!!??? Semoga KAPOLRI membaca ini.
mungkin kedepannya kita bisa bahas hal tersebut. terimakasih
Hapus